APAKAH PENDIDIKAN PERLU FILSAFAT ?

31 12 2009

Mitos Pendidikan Ideal versus Klaim Keragaman Bentuk Pendidikan
Dunia pendidikan bisa dibilang merupakan praktek kemasyarakatan yang paling menentukan struktur kebudayaan bahkan peradaban manusia. Setelah religi dan sistem kekerabatan, pendidikan menjadi salah satu pilar utama kebudayaan manusia. Berkelindan dengan aspek-aspek kebudayaan lain dalam masyarakat, pendidikan relatif mewarnai struktur kemasyarakatan dan karakter kebudayaan mereka. Tidak mengherankan, apabila muncul klaim bahwa setiap peradaban besar yang pernah muncul di dunia ini selalu bermula dari kemapanan pola pendidikan mereka, apapun itu bentuknya. Yah setiap masyarakat memiliki karakter kebudayaan sendiri, dan pendidikanlah yang mensosialisasikan kebudayaan tersebut kepada elemen-elemen masyarakat, bahkan melakukan komunikasi antar generasi ke generasi berikutnya. Fungsi sosialisasi dan transmisi antar generasi ini telah membuat pendidikan menjadi salah satu pilar utama kebudayaan manusia, di samping fungsi lain yang nanti akan kita bahas.
Konsekuensi dari klaim di atas kiranya membutuhkan pengakuan terbalik, bahwa setiap masyarakat, bangsa ataupun periode kebudayaan pastilah memiliki pola pendidikan yang khas. Unsur ke-khas-an pendidikan memperkuat asumsi bahwa pendidikan pada awalnya merupakan sepenuhnya milik masyarakat (people), sekalipun perjalanan sejarah mencatat bahwa pendidikan terkadang terpelanting ke genggaman rezim kekuasaan tertentu atau berpihak pada anasir pasar tertentu. Asumsi ini tentu saja mengandaikan bahwa di dalam masyarakat terdapat bermacam aneka ragam cara belajar dan pola-pola khas yang bermanfaat memberikan dukungan terhadap proses belajar masyarakat itu sendiri. Oleh karenanya, tidak ada satu sistem pendidikan pun di dunia ini, yang cocok untuk semua bangsa di dunia ini. Sebaliknya, sistem pendidikan yang kini dominan sekalipun, yakni persekolahan, pada saatnya diterapkan secara mengglobal, maka persekolahan tersebut bisa dipastikan akan memberikan efek yang berbeda kepada masing-masing bangsa di dunia ini.
Dalam beberapa hal, pendidikan lebih menunjukkan kekhasan yang lebih spesifik yakni gejala yang bersifat situasional atau malah kasuistis. Anak-anak yang sedang tumbuh berkembang dalam gaya dan kecepatan belajar yang berbeda. Dengan mudah pula, orang menunjuk faktor keluarga sebagai pemicu temperamen dan minat yang berbeda dalam menanamkan nilai dan aspirasi tertentu melalui pendidikan. Dengan demikian, pada kalangan masyarakat yang berbeda, pendidikan juga akan mengalami perbedaan dalam hal karakteristik sosial dan ekonomi. Ditambah lagi, dari waktu ke waktu, tak ada sistem pendidikan dalam masyarakat yang benar-benar ajeg dan beku. Ke-khasan pendidikan lantaran sifatnya yang situasional dan kasuistis ini sepatutnya semakin memberikan kelonggaran masyarakat dan keluarga memilih cara belajar yang sanggup membantu memenuhi kebutuhan mereka.
Sebagian pakar segera menemukan kaitan antara budaya, masyarakat dan pendidikan. Di antaranya meyakini bahwa pendidikan mencerminkan kualitas kebudayaan suatu masyarakat. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan pendidikan untuk mempertahankan atau justru memperbaiki struktur tatanan sosial mereka. Contoh yang mengilustrasikan keterkaitan tersebut, misalnya bangsa Sparta yang memiliki karakter sebagai bangsa petarung telah menciptakan semacam pola pendidikan yang berorientasi pada ketangkasan tubuh. Sedang bangsa Athena yang menaruh minat yang tinggi terhadap aktivitas seni dan pemikiran bebas mengembangkan pola pendidikan yang lebih transformatif bagi warga polisnya. Sederetan catatan sejarah di masa lalu bisa dipercontohkan untuk melengkapi kedua contoh di atas.
Budaya, masyarakat dan pendidikan serta merta menjadi untaian kalimat-kalimat ‘megah’ yang terkadang menjauh dari unsur terkecilnya. Pengertian yang ditimbulkannya segera mencengkeram kita dalam kategori yang ekstra-perfasive, meluas dan nyaris tanpa batas kecuali dengan menggeser sudut pandang dan kacamata peninjaunya.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: