Perjalanan Hati Manusia

8 06 2009

(renungan sebagai proses perjalanan hidup sesungguhnya)

Oleh: Nida Nur Roisah

Hati adalah anugerah yang diberikan Allah Swt.kepada manusia untuk selalu merasakan apa yang dirasakan orang lain dan menjadi hati yang bersih dan selalu dijaga oleh pemiliknya. Maka hidupkanlah hati sebagai jalan untuk selalu mencari ridha dan petunjuk Allah Swt.

Menjaga hati dari godaan, baik internal maupun eksternal, bukanlah persoalan mudah. Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sedang menerpanya, maka akan tercipta gejolak di pikiran dan batinnya. Gejolak inilah yang menciptakan sebuah dinamika kehidupan, yang naik turun sesuai tingkat frekuensi permasalahan yang dihadapi.

Hati adalah “nabi” bagi pemiliknya, yang selalu dimintai pertimbangan dikala tempat mangadu tidak ada. Hati adalah lentera yang menerangi jalan-jalan setapak kehidupan yang cukup rumit, panggung teater kehidupan yang digelar Allah untuk menguji kesetiaan manusia, menyelami karakter para “pemainnya”, apakah para aktor-aktor tersebut bermain sesuai “rule of game” atau menyimpang dari aturan main.

Hati merupakan “agama” yang awal. Cahaya ketauhidan menjadi dasar sekaligus spirit kehidupan bagi pemilikya untuk melakukan setiap kebaikan di muka bumi. Orang yang memiliki hati yang bening akan menangggapi problem bukan dengan cara “pasrah bongkoan”, menyerahkan begitu saja kepada siapa saja yang dianggapnya mampuni: dukun, paranormal atau yang lain. Dengan hati yang bersih segala persoalan akan terlihat cerah. Oleh karena itu hati merupakan anugerah terindah, tak ternilai harganya dibandingkan dengan sesuatu apapun.

Hati merupakan permata yang terpendam di relung jiwa maupun raga manusia. “Permata” ini selayaknya harus tetap dijaga kebeningannya, agar cahaya kebenaran bisa direfleksikan kembali dan memancarkan aura pada pemiliknya. Menjaga hati tidaklah semudah yang dibayangkan apalagi untuk memberikannya, perlu kesiapan dan keadaan lahir batin. Karena setiap manusia yang diciptakan Allah diberi banyak kekurangan dan banyak kelebihan untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Oleh karena itu, bagaimana kita menjauhi sesuatu yang baik menurut kita ataupun orang lain begitupun sebaliknya.

Proses membersihkan harus diawali dari kebiasaan kehidupan sehari-hari yaitu bagaimana mencari dan membiasakan berbuat hal-hal yang positif dan selalu berfikir positif, begitupun juga untuk menjaganya, baiknya harus diniatkan dari awal bahwa menjaga hati dari hal-hal yang dilarang agama.

Bagaimana peran hati untuk selalu membersihakannya dan selalu menjaganya…

Hati adalah qolbun salim

Sebisa mungkin untuk menata dan menjaganya karena itu bekal untuk menjadi dan membentuk karekter hati untuk selalu berbuat baik dan menghindari hal-hal buruk, sebab itu akan berpengaruh pada diri kita dan keselamatan hati kita.

Belajar untuk sabar menghadapi segala cobaan hidup

Apabila kita mendapatkan persolaan ataupun permasalahan hidup kita juga merasakannya. Sabar dalam hal ini mempunyai tingkatan-tingkatan:

  • Sabar terhadap perintah dan ketaatan

  • Sabar terhadap larangan-laranganNya

  • Sabar terhadap takdir dan qadha Allah

Ahmad Farid, olah raga hati.Aqwam: solo.2008

Belajar untuk selalu ikhlas

Ikhlas diartikan bahwa kita harus menerima ataupun memberikan sesuatu dengan lapang dada tanpa pamrih sedikitpun. Ikhlas didasari niat, maka akan terasa selamanya. Ikhlas mempermudah persoalan ataupun kesulitan, melancarkan silaturrahmi dan menjadikan luasnya rasa kekeluargaan antara sesama manusia.

Barbagi dan saling mengasihi

Pada dasarnya hati harus dilandasi dengan pondasi yang kuat yaitu iman, apabila iman kuat maka hatipun kuat. Apabila dalam hidup kita menjadikan pondasi tersebut untuk saling memberi, berbagi dan saling mengasihi dengan sesama manusia, insyaAllah akan terwujud kerukunan antar sesama manusia.

Dengan demikian, begitu pentingnya peran hati dalam diri dan kehidupan kita, menjadikan hati untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan diri kita sendiri, sehingga akan terwujud keselarasan dalam menjalani indahnya kebersamaan. Dengan menjaga hati dan membersihkannya, kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Hati merupakan suatu organ dalam tubuh kita yang harus dijaga keberadaannya sebab hati berpengaruh dengan situasi fisik kita terutama.

Membersihkan hati dan menjaganya menjadi tugas kita bersama sebagai makhluk hidup yang diciptakan Allah untuk selalu menjadikan hati sebagai pondasi iman. Keberlangsungan proses kehidupan yang berkesinambungan, jika hati manusia selalu merasakan hal-hal yang positif dan keadaan yang baik, maka hati kita akan terus selalu hidup menjaga jiwa dan raga kita, maka sebaiknya hati harus diberlakukan dengan baik agar nantinya hati akan terasa tenang ketika pemiliknya juga selalu menjaga keberadaannya. Oleh karena itu kuatnya hati terletak pada kuatnya kita menjaga keimanan.

Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: